You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ghozi zulazmi ist
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Keluarga Jadi Fondasi Pembangunan Masyarakat Jakarta

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi mengapresiasi Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) yang telah merampungkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pembangunan Keluarga.

"Keluarga merupakan sel terkecil dalam masyarakat,"

Menurut Ghozi, pembahasan Raperda yang berkaitan dengan keluarga menunjukkan fungsi legislasi DPRD semakin produktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Ini sangat baik sekali. Kita ingin fungsi legislasi DPRD semakin kuat dan produktif. Pembahasan berbagai Raperda ini menjadi langkah positif,” ujar Ghozi, Minggu (10/5).

Keluarga Jadi Benteng Utama Perlindungan Anak

Ia menilai, konsep Jakarta sebagai kota global tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dibangun dari lingkungan keluarga.

“Pembangunan keluarga ini menjadi fondasi awal bagaimana entitas masyarakat itu terbentuk. Karena keluarga merupakan sel terkecil dalam masyarakat,” katanya.

Ghozi menjelaskan, salah satu poin penting dalam Raperda tersebut adalah pemberian pendidikan pranikah bagi warga sebelum membangun keluarga. Menurutnya, banyak persoalan rumah tangga muncul karena kurangnya kesiapan sebelum menikah.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya optimalisasi peran ayah dalam keluarga. Selama ini, kata Ghozi, pola pengasuhan lebih banyak identik dengan ibu, padahal kehadiran ayah juga memiliki peran besar dalam membentuk keluarga yang sehat dan harmonis.

“Kita ingin mengoptimalkan peran seorang ayah. Ayah bukan hanya kepala keluarga yang bekerja, tapi juga faktor penting dalam pembangunan keluarga,” ucapnya.

Di sisi lain, Ghozi menyebut, Bapemperda tengah menyiapkan Raperda Perlindungan Perempuan dan Raperda Kota Layak Anak.

Ia menilai, perempuan membutuhkan perlindungan yang lebih afirmatif, sementara anak-anak memerlukan ruang bermain yang aman serta perlindungan dari berbagai ancaman kekerasan.

Ghozi juga mendorong agar keberadaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) kembali diperkuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota layak anak.

“Dulu pembangunan RPTRA dilakukan secara masif dan itu menjadi salah satu simpul kota layak anak. Sekarang pembangunannya agak melandai,” katanya.

Ghozi juga menyoroti maraknya kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah maupun permukiman. Ia menilai, edukasi dan perlindungan anak harus diperkuat agar korban berani melapor dan mendapatkan pendampingan.

“Ketika sudah menjadi korban, banyak yang akhirnya tidak mau bercerita karena dianggap aib. Maka perlindungan dan edukasi ini sangat penting,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6981 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5728 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye4288 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2163 personFakhrizal Fakhri
  5. Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

    access_time30-10-2026 remove_red_eye2041 personDessy Suciati